Ancaman yang Bergeser di Tahun 2026
Wacana kedaulatan moneter kini tidak lagi hanya soal cadangan devisa atau nilai tukar. Ancaman nyata datang dari stablecoin global yang mayoritas dipatok ke dolar AS. Survei Bank for International Settlements (BIS) mencatat bahwa 91 persen dari 93 bank sentral dunia tengah mengeksplorasi CBDC sebagai langkah antisipatif terhadap dominasi aset kripto dan stablecoin. Indonesia tidak bisa mengabaikan tren ini.
Dalam konteks inilah Rupiah Digital diposisikan bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan instrumen kedaulatan. Proyek Garuda secara eksplisit menyebut tujuan menjaga kedaulatan Rupiah sesuai amanat UU Mata Uang dan UU P2SK. Artinya, kehadiran Rupiah Digital adalah jawaban atas pertanyaan: siapa yang mengontrol uang di era digital?
Pelajaran dari Rusia dan Brazil
Pengalaman internasional memberikan gambaran beragam. Rusia meluncurkan rubel digital pada September 2026 dengan motif utama melepaskan diri dari ketergantungan pada infrastruktur pembayaran global yang dapat “dimatikan” pihak lain. Sementara Brazil membangun Drex sejak 2023 dan telah memasuki fase pilot yang lebih maju. Indonesia, dengan Proyek Garuda-nya, berada di jalur yang benar tetapi menghadapi risiko stagnasi jika terlalu lama berada di tahap riset.
Pelajaran pentingnya: CBDC bukan proyek teknologi biasa. Ia adalah infrastruktur strategis yang membutuhkan komitmen politik dan anggaran jangka panjang. Tanpa percepatan, Indonesia berisiko menjadi penonton dalam lanskap keuangan digital global yang semakin terfragmentasi.
Stabilitas Sistem Keuangan sebagai Taruhan
Namun, mempercepat Rupiah Digital juga membawa risiko. Kajian akademik menunjukkan bahwa adopsi CBDC secara luas dapat menyebabkan pergeseran dana dari bank komersial ke bank sentral, yang berpotensi mengganggu intermediasi perbankan. Inilah mengapa desain Rupiah Digital harus mempertimbangkan batasan kepemilikan, suku bunga, dan mekanisme lain untuk mencegah disintermediasi yang berlebihan.
Di sisi lain, CBDC dapat memperkuat transmisi kebijakan moneter dan meningkatkan stabilitas harga jika dirancang dengan tepat. Kuncinya adalah keseimbangan: cukup inovatif untuk bersaing dengan stablecoin global, tetapi cukup konservatif untuk menjaga stabilitas sistem keuangan domestik. Pertaruhan kedaulatan moneter ini tidak bisa diselesaikan dengan slogan; ia membutuhkan rekayasa kebijakan yang cermat dan pengawasan yang berkelanjutan.
