Jakarta, 10 Juni 2026 — Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin memasuki Juni 2026. FLOQ menilai bahwa peluang pemulihan pasar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada meredanya tensi global dan stabilitas arus modal di pasar aset digital. Sentimen pasar berubah setelah Iran menangguhkan perundingan melalui mediator dengan Amerika Serikat dan kembali melontarkan ancaman penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kenaikan harga energi dan memperkuat sentimen risk-off yang mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Di saat yang sama,...
Rangga
K Mall kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup dan komunitas di kawasan Jakarta Pusat melalui kehadiran...
Saat mengajukan pinjaman, banyak orang lebih fokus pada jumlah dana yang diterima atau besarnya cicilan per bulan....
Perkembangan teknologi finansial telah membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat modern untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi dunia secara...
Pemegang saham restui buyback Rp4 triliun dan penyegaran Dewan Komisaris sebagai penopang akselerasi transformasi digital TelkomGroup. Jakarta,...
Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan kecenderungan melemah pada perdagangan pekan ini. Meskipun sesekali muncul upaya rebound,...
Jakarta, 09 Juni, 2026 – Di tengah meningkatnya minat investor terhadap diversifikasi aset global, Bittime, platform Pedagang...
Lintasarta memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi industri di era AI melalui jasa andalan Intelligent Core—The Intelligent Foundation Powering...
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; Kode Emiten: AGRO) turut ambil bagian dalam Public Expose Live...
KAI mengevaluasi pengoperasian KLB uji coba LRT Jabodebek di jam sibuk pagi 8–12 Juni 2026. KLB relasi...
