Inisiatif QRIS antarnegara Indonesia meraih penghargaan kategori Collaboration pada 50-in-5 Awards 2026 di New York. Penghargaan yang diselenggarakan Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop ini diberikan dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81, dan menempatkan QRIS antarnegara sebagai salah satu proyek infrastruktur digital publik lintas negara yang diakui secara global.
Penghargaan dan Konteks Global
50-in-5 Awards memberikan rekognisi kepada proyek teknologi digital publik yang mampu mempercepat interoperabilitas dan inklusi keuangan. Bagi Indonesia, penghargaan ini bukan sekadar prestasi simbolik, melainkan validasi bahwa model konektivitas pembayaran yang dibangun bersama negara mitra dapat menjadi rujukan bagi kawasan lain. Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa kerja sama internasional dalam pembayaran tidak menuntut negara mengadopsi sistem yang sama, tetapi dibangun di atas tujuan bersama, saling percaya, dan protokol yang terstandar.
Interoperabilitas Tanpa Sistem Identik
Pendekatan QRIS antarnegara menghubungkan sistem pembayaran domestik masing-masing negara tanpa memaksa perubahan total pada infrastruktur nasional. Indonesia terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok melalui standar QR yang saling dikenali. Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi inbound QRIS antarnegara mencapai 21 juta operasi senilai Rp5,90 triliun antara 2022 dan Juli 2026. Sebaliknya, transaksi outbound masyarakat Indonesia di negara mitra tercatat 4,67 juta operasi senilai Rp1,73 triliun, menghasilkan aliran masuk bersih Rp4,17 triliun.
Dampak bagi UMKM dan Konektivitas Regional
Penghargaan ini juga menyoroti peran QRIS dalam inklusi keuangan. Sekitar 96,69 persen dari 45,46 juta merchant QRIS terdaftar merupakan UMKM, yang kini dapat menerima pembayaran langsung dari wisatawan asing. Dalam jangka panjang, pengakuan internasional dapat mempercepat perluasan konektivitas ke negara lain, memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur pembayaran regional, dan mendorong adopsi standar interoperabilitas yang lebih luas di Asia Tenggara. Bank Indonesia menyatakan akan terus memperluas integrasi QRIS ke negara mitra yang memiliki keterhubungan ekonomi, pariwisata, dan diplomatik yang kuat.
