Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak tinggal diam dalam menghadapi gelombang transformasi digital. Sepanjang 2026, BEI secara agresif memperluas kapabilitas infrastruktur digitalnya melalui pengembangan aplikasi IDX Mobile, menjalin kemitraan strategis lintas negara, dan menghadirkan fitur-fitur baru yang dirancang untuk memperluas akses investor terhadap informasi pasar modal yang akurat dan tepercaya.
IDX Mobile: Lebih dari Sekadar Aplikasi
Pada 10 Juli 2026, BEI resmi meluncurkan tiga sub-fitur baru pada fitur Listed Company Disclosure di aplikasi IDX Mobile, yaitu informasi Share Ownership, Free Float, dan High Shareholding. Fitur ini merupakan bagian dari agenda reformasi dan penguatan integritas pasar modal Indonesia, khususnya dalam meningkatkan transparansi informasi perusahaan tercatat.
Informasi Share Ownership menampilkan struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat, High Shareholding memberikan gambaran tingkat konsentrasi kepemilikan saham, dan Free Float menyajikan jumlah saham yang dimiliki masyarakat dan tersedia untuk diperdagangkan. Dengan penyajian informasi ini, investor dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakteristik perusahaan tercatat.
Jumlah pengguna IDX Mobile telah melampaui 630 ribu, dan BEI berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan pengembangan fitur guna menghadirkan layanan informasi pasar modal yang semakin lengkap dan transparan.
Mode Syariah: Inovasi Inklusi Pasar Modal
Pada 9 Maret 2026, BEI meluncurkan mode syariah pada aplikasi IDX Mobile sebagai inovasi digital untuk mempermudah masyarakat memahami sekaligus mengakses informasi investasi syariah. Mode syariah ini menghadirkan sejumlah fitur utama, yaitu Sharia Equity Market, Sukuk Market, Sharia Virtual Trading, Sharia Education Portal, serta Fatwa & Regulation.
Peluncuran mode syariah ini merupakan langkah strategis BEI dalam memperluas basis investor, terutama di segmen masyarakat yang mengutamakan prinsip-prinsip syariah dalam berinvestasi. Dengan menyediakan informasi yang terintegrasi dalam satu platform, BEI berupaya menghilangkan hambatan informasi yang selama ini menjadi kendala bagi investor syariah pemula.
Kemitraan Lintas Negara dan Akses Global
Pada 1 September 2026, BEI menandatangani Nota Kesepahaman dengan Alpaca, perusahaan broker-dealer berbasis teknologi asal Amerika Serikat, untuk menjajaki akses pasar lintas negara. Kemitraan ini merespons beralihnya kewenangan pengawasan pasar alternatif—termasuk PALN—ke OJK. Langkah ini membuka peluang bagi investor Indonesia untuk mengakses pasar global melalui infrastruktur yang terintegrasi, sekaligus memperkuat posisi BEI sebagai bursa yang kompetitif di tingkat regional.
Pengembangan Sistem Perdagangan
Di sisi infrastruktur teknis, BEI terus menyempurnakan sistem perdagangan melalui peningkatan performa sistem yang direncanakan live pada kuartal I 2026. Pengembangan ini mencakup peningkatan kapasitas, latensi, dan keandalan sistem yang menjadi tulang punggung transaksi harian di pasar modal Indonesia.
Arah Transformasi Digital Pasar Modal
Transformasi digital yang dilakukan BEI bukan sekadar tentang teknologi, melainkan tentang demokratisasi akses. Dengan lebih dari 31 juta investor terdaftar dan mayoritas di antaranya adalah generasi muda yang melek digital, infrastruktur digital yang kuat dan inklusif menjadi prasyarat untuk memastikan bahwa pertumbuhan pasar modal dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
